Langsung ke konten utama

Kopi, Dari Penghilang Kantuk Sampai Gaya Hidup

Sarapan tanpa secangkir kopi rasanya kurang afdol...
Ngantuk? Minum secangkir kopi saja, pasti langsung segar lagi...
Yuk ngopi dulu... sudah menjadi obrolan yang sangat familiar...
Tak terhitung pula jumlah warung kopi yang tersebar di kota besar sampai berbagai pelosok nusantara... menandakan kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Iklim Indonesia yang hangat dan bercurah hujan cukup tinggi sangat cocok untuk budidaya kopi, sehingga Indonesia pun menjadi salah satu negara penghasil kopi terbaik dunia. Indonesia memiliki kopi yang terkenal di mancanegara, kopi takengon dan gayo dari Aceh, kopi mandailing dari Sumatera Utara, kopi lampung dari Lampung, kopi toraja dari Sulawesi Selatan, kopi kintamani dari Bali, kopi bajawa dari Flores, kopi baliem dari Papua dan salah satu kopi termahal dunia, kopi luwak dari Jawa.

Menurut berita yang dimuat di www.bumn.go.id, Indonesia berada di peringkat ketiga produsen kopi terbesar di dunia. Itu berdasarkan data Indonesian Coffee Festival (ICF). Brazil masih menjadi produsen kopi nomor satu di dunia, disusul Kolombia (http://www.bumn.go.id/ptpn12/publikasi/berita/indonesia-peringkat-tiga-produsen-kopi-di-dunia/).

Tradisi nongkrong di warung kopi sederhana sampai ke kafe mewah kini semakin banyak ditawarkan di berbagai daerah di Indonesia. Berbagai variasi penyajian sampai suasana unik ditawarkan.
Pastinya, animo pengunjung warung kopi tidak mutlak disebabkan oleh rasa dan aroma kopi yang disajikan, tetapi lebih dipengaruhi oleh keinginan untuk berinteraksi. Sebagai contoh, sebagian besar warung kopi yang ada di Aceh hanya menyediakan minuman kopi berbahan baku kopi robusta. Padahal, bagi para “penikmat” kopi sejati, mereka pasti akan mencari warung kopi atau cafe yang menyediakan kopi arabica, karena aroma yang tajam dan rasanya yang “nendang.”
Fenomena ini makin mempertegas makna ngopi dalam tradisi masyarakat Indonesia. Ngopi atau aktivitas minum kopi bukan hanya sekedar penghilang kantuk, tapi sudah menjadi gaya hidup dan menjadi media interaksi antar masyarakat dari berbagai stratifikasi sosial. Di ruang publik ini berkumpul masyarakat dari kelompok stratifikasi sosial terendah, sampai yang tertinggi. Dari seorang tukang becak sampai gubernur. Mereka berkumpul di antara meja dan kursi, mendengar dan berbicara sambil menghirup kopi.

Kondisi ini juga mempertegas fungsi warung kopi mulai bergeser, dari sebuah tempat minum kopi menjadi ruang publik. Ruang yang menjadi milik semua elemen masyarakat. Ruang yang memberi kebebasan bagi mereka untuk mengobrol, bercengkrama, termasuk melepas lelah.

Bagi Anda yang menginginkan sensasi kopi yang berbeda namun tetap lezat dan praktis disajikan, kini sudah tersedia Korean Ginseng Coffee, kopi instant dengan rasa unik dan harga yang sangat terjangkau. Selain enak, manfaat serbuk ginseng merah korea asli dalam campurannya pun memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stimulan Apa Saja Ya yang Terkandung di Dalam Teh?

Pernahkah Anda merasa sangat bersemangat dan memiliki tenaga yang amat banyak setelah minum segelas teh? Anda yang menghindari kopi karena kafein harus membaca artikel yang satu ini. Karena Anda mungkin baru tahu bahwa dalam segelas teh yang Anda konsumsi juga ternyata mengandung stimulan layaknya kopi. Teh juga mengandung kafein namun dalam jumlah yang sedikit sehingga juga akan menimbulkan efek stimulan. Efek stimulan pada teh dianggap lebih lembut dan terjadi secara bertahap, sedangkan efek stimulan kopi terjadi secara lebih seketika. Selain kafein, apa saja ya zat stimulan yang terkandung di dalam teh? Yuk kita cari tahu di bawah ini! 1.  Kafein  – Zat Psikoaktif yang Paling Luas Digunakan Kafein merupakan stimulan psikoaktif sistem saraf pusat dan metabolit, yang dapat mengurangi rasa capek dan mengembalikan mental saat lemah. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, kecepatan, fokus serta koordinasi terhadap tubuh yang baik. Kafein diyakini memblokir inhibitory ne...

Ragam Manfaat Kopi, Bukan Sekedar Penghilang Kantuk

Selain mengandung cafein, ternyata kopi ternyata mengandung banyak senyawa, di antaranya antioksidan dari 100 jenis bahan makanan. Wow... artinya kopi menduduki urutan pertama sebagai sumber antioksidan, baik dalam ukuran persaji maupun dalam frekuensi konsumsi. Beberapa penelitian ilmiah membuktikan, kalau manfaat kopi bukan sekedar penghilang kantuk, karena memiliki manfaat kesehatan lainnya: Menurunkan risiko serangan stroke hingga 80%, seperti hasil penelitian yang dilaporkan oleh tim dari University of Houston, Texas. Penelitian dilakukan pada warga Irlandia yang suka minum kopi dengan campuran whisky. Meningkatkan libido seksual pria. Menurunkan risiko kanker, senyawa yang ditemukan di dalam kopi dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan kerusakan DNA. Menjelang masa menopause, wanita yang mengonsumsi 4 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 38% (The Journal of Nutrition). Melindungi gigi, kafein dalam kopi memiliki kemampuan antibakter...

Mana Yang Lebih Bermanfaat? Teh Atau Kopi?

Mungkin Anda salah satu penggemar kedua jenis minuman tersebut? Mana dari keduanya yang lebih baik manfaatnya? Kopi Teh Kandungan :  antioksidan polifenol:  flavan-3-ol , hydroxycinnamic acid, flavonol dan anthocyanidin . zat antikarsinogen:   methylpyridinium,  lipophilic antioxidant dan chlorogenic acid lactone. Kandungan :  Kafein, antioksidan (catechin), theobromin, theophylline. Menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, sehingga menurunkan risiko PJK. Mencegah pembekuan darah. Mencegah dan menurunkan risiko kanker payudara, liver, usus dan paru. Menghambat produksi kortisol atau hormon stress. Membunuh atau menonaktifkan beberapa jenis virus misalnya virus Herpes dan virus T1. Mencegah peradangan dan alergi musiman. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Jika dikonsumsi tanpa gula bisa mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2. M...