Langsung ke konten utama

Tips Minum Kopi Yang Sehat

Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak penggemarnya. Selain rasanya yang nikmat, kopi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sayang, pengolahan dan cara menikmati kopi yang kurang tepat dapat membuat kopi menjadi tidak menyehatkan.

Berikut tips minum kopi yang sehat:
  1. Perhatikan dosis, 300 mg kafein (antara 1-3 cangkir kopi sehari) bermanfaat untuk mengatasi beberapa keluhan penyakit.
  2. Menambahkan pelengkap yang bermanfaat:
    • Bubuk kayu manis, yang selain menambah citarasa, juga dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah, kolesterol dan trigliserida.
    • Bubuk kakao, yang selain memberikan rasa berbeda juga sarat antioksidan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
    • Susu, yang memberikan rasa nikmat juga merupakan sumber kalsium.
  3. Saringlah kopi dengan kertas filter untuk mengurangi kadar diterpens pada kopi yang meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
  4. Perlu diperhatikan:
    • Jangan menambahkan terlalu banyak gula atau pemanis buatan, yang dapat mengurangi nutrisi penting pada kopi.
    • Jangan minum kopi setelah jam 2 siang atau di malam hari yang berisiko mengganggu kualitas tidur Anda.
    • Beri jeda antara waktu minum kopi dengan waktu minum obat, karena kafein dapat mengurangi khasiat beberapa jenis obat.
  5. Waktu yang terbaik untuk mengonsumsi kopi adalah pukul 9.30-11.30, ketika hormon kortisol sedang rendah. Saat hormon kortisol merendah, maka penyerapan kafein di dalam tubuh akan maksimal (Steven Miller, ahli saraf dari Uniformed Services University of the Health Sciences-Maryland).
Anda penggemar kopi? Dengan dosis dan cara yang tepat Anda bisa menikmati rasanya sekaligus tetap sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stimulan Apa Saja Ya yang Terkandung di Dalam Teh?

Pernahkah Anda merasa sangat bersemangat dan memiliki tenaga yang amat banyak setelah minum segelas teh? Anda yang menghindari kopi karena kafein harus membaca artikel yang satu ini. Karena Anda mungkin baru tahu bahwa dalam segelas teh yang Anda konsumsi juga ternyata mengandung stimulan layaknya kopi. Teh juga mengandung kafein namun dalam jumlah yang sedikit sehingga juga akan menimbulkan efek stimulan. Efek stimulan pada teh dianggap lebih lembut dan terjadi secara bertahap, sedangkan efek stimulan kopi terjadi secara lebih seketika. Selain kafein, apa saja ya zat stimulan yang terkandung di dalam teh? Yuk kita cari tahu di bawah ini! 1.  Kafein  – Zat Psikoaktif yang Paling Luas Digunakan Kafein merupakan stimulan psikoaktif sistem saraf pusat dan metabolit, yang dapat mengurangi rasa capek dan mengembalikan mental saat lemah. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, kecepatan, fokus serta koordinasi terhadap tubuh yang baik. Kafein diyakini memblokir inhibitory ne...

Ragam Manfaat Kopi, Bukan Sekedar Penghilang Kantuk

Selain mengandung cafein, ternyata kopi ternyata mengandung banyak senyawa, di antaranya antioksidan dari 100 jenis bahan makanan. Wow... artinya kopi menduduki urutan pertama sebagai sumber antioksidan, baik dalam ukuran persaji maupun dalam frekuensi konsumsi. Beberapa penelitian ilmiah membuktikan, kalau manfaat kopi bukan sekedar penghilang kantuk, karena memiliki manfaat kesehatan lainnya: Menurunkan risiko serangan stroke hingga 80%, seperti hasil penelitian yang dilaporkan oleh tim dari University of Houston, Texas. Penelitian dilakukan pada warga Irlandia yang suka minum kopi dengan campuran whisky. Meningkatkan libido seksual pria. Menurunkan risiko kanker, senyawa yang ditemukan di dalam kopi dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan kerusakan DNA. Menjelang masa menopause, wanita yang mengonsumsi 4 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko kanker payudara sebesar 38% (The Journal of Nutrition). Melindungi gigi, kafein dalam kopi memiliki kemampuan antibakter...

Mana Yang Lebih Bermanfaat? Teh Atau Kopi?

Mungkin Anda salah satu penggemar kedua jenis minuman tersebut? Mana dari keduanya yang lebih baik manfaatnya? Kopi Teh Kandungan :  antioksidan polifenol:  flavan-3-ol , hydroxycinnamic acid, flavonol dan anthocyanidin . zat antikarsinogen:   methylpyridinium,  lipophilic antioxidant dan chlorogenic acid lactone. Kandungan :  Kafein, antioksidan (catechin), theobromin, theophylline. Menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Menurunkan kadar kolesterol total dan LDL, sehingga menurunkan risiko PJK. Mencegah pembekuan darah. Mencegah dan menurunkan risiko kanker payudara, liver, usus dan paru. Menghambat produksi kortisol atau hormon stress. Membunuh atau menonaktifkan beberapa jenis virus misalnya virus Herpes dan virus T1. Mencegah peradangan dan alergi musiman. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Jika dikonsumsi tanpa gula bisa mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2. M...